angan pagi mulai bertiup
menghamburkan dedaunan rindu
yang berguguran diterpa hari
segera kubingkai dalam doa pagi
agar tak lenyap digerus hujan
November 14, 2008
Lepaskan
gerhanamu masih terpaku
mencoba menyeret dingin diam-diam
padahal harimu sudah berlalu
telah kukebas serupa bayang
lalu terlindas hangat rembulan
mencoba menyeret dingin diam-diam
padahal harimu sudah berlalu
telah kukebas serupa bayang
lalu terlindas hangat rembulan
November 10, 2008
Menanti Kata
kau melayang ringan di udara
lalu terpekur dalam seribu tulisan
sedang ku disini menunggumu
menanti langitmu membuka cakrawala
menyiram kasih di setiap tumbuhan kata
membawa pesan dari surga ku
lalu terpekur dalam seribu tulisan
sedang ku disini menunggumu
menanti langitmu membuka cakrawala
menyiram kasih di setiap tumbuhan kata
membawa pesan dari surga ku
Mencuri Suasana
mari menulis sepenggal rasa
yang berdiang di sudut hari,
tersapu pasang keramaian laku
serta segala upaya menempuh asa
sampai terlupa mencuri suasana
yang berdiang di sudut hari,
tersapu pasang keramaian laku
serta segala upaya menempuh asa
sampai terlupa mencuri suasana
October 31, 2008
Seratus Cara
: Ruang Runding Steven
perlukah mengarung seratus langkah
hanya demi serimbun keindahan
dan jika telah sampai di teduhnya
masihkah kita menerawang pada setapak lain
tak lebih dari menutup mata
lalu berlayar bersama seratus kata
tanpa terganti dengan seribu cara
perlukah mengarung seratus langkah
hanya demi serimbun keindahan
dan jika telah sampai di teduhnya
masihkah kita menerawang pada setapak lain
tak lebih dari menutup mata
lalu berlayar bersama seratus kata
tanpa terganti dengan seribu cara
Takut
tanpa permisi menerobos masuk
menyelam dalam gelap nan pekat
menyeruak dalam setiap nafas
lalu mencengkramnya kuat,
erat
dan lalu gelisah menyapa
seperti tak mau pergi
: untuk sesaat
sampai ku lepas segala takut
dalam jalan panjang yang lapang
menyelam dalam gelap nan pekat
menyeruak dalam setiap nafas
lalu mencengkramnya kuat,
erat
dan lalu gelisah menyapa
seperti tak mau pergi
: untuk sesaat
sampai ku lepas segala takut
dalam jalan panjang yang lapang
October 30, 2008
Romansa
musim yang berganti
berpadu dalam senyum
di sepanjang hari
menata kota dengan
desir yang mengalun
memuatnya dalam keteduhan
dan memberi makna
pada setiap cerita
berpadu dalam senyum
di sepanjang hari
menata kota dengan
desir yang mengalun
memuatnya dalam keteduhan
dan memberi makna
pada setiap cerita
October 28, 2008
Kelu
segenap resahku kelu
terurai dalam serpihan waktu,
melarut di keheningan hati
yang berangsur membiru
untuk menyapa babak baru
terurai dalam serpihan waktu,
melarut di keheningan hati
yang berangsur membiru
untuk menyapa babak baru
October 22, 2008
Ku
: Yoni Tanjones
termenung ku menyusuri selasarku yang sepi
menyantapi ilalang dan perdu diladangku
masih setia bergumul di jembatan titianku
sampai menyadarku
hanya ada aku?
termenung ku menyusuri selasarku yang sepi
menyantapi ilalang dan perdu diladangku
masih setia bergumul di jembatan titianku
sampai menyadarku
hanya ada aku?
Luka
kemana gerangan seluruh luka
yang terbingkai di ruang malam
menatapkan pedihnya di ujung mata
semilir angin telah mengajaknya pergi
terberai dalam tawa yang murni
sekejap melayu tersapu kata
menjelma jawab bagi segala gulana
yang terbingkai di ruang malam
menatapkan pedihnya di ujung mata
semilir angin telah mengajaknya pergi
terberai dalam tawa yang murni
sekejap melayu tersapu kata
menjelma jawab bagi segala gulana
October 18, 2008
Sahabat
bukan kau atau aku
yang jadi penjaga taman hidup
adalah kerabat yang tak malu bertanya
ketika mata kayu beralih membatu
mencongkelnya hingga terlepas resah
mengukirnya menjadi sejarah lampau
tak perlu merangkai tubuhmu
menjadi pagar bagi taman hati
karena pagi akan terus berganti
dan sejenak mentari tergusur pergi
biarkan saja bertumbuh dan bersemayam
saat pintu selalu terbuka seperti semestinya
meniup sejuk bagi hiruk pikuk dunia
membias mentari yang menerobos masuk
yang jadi penjaga taman hidup
adalah kerabat yang tak malu bertanya
ketika mata kayu beralih membatu
mencongkelnya hingga terlepas resah
mengukirnya menjadi sejarah lampau
tak perlu merangkai tubuhmu
menjadi pagar bagi taman hati
karena pagi akan terus berganti
dan sejenak mentari tergusur pergi
biarkan saja bertumbuh dan bersemayam
saat pintu selalu terbuka seperti semestinya
meniup sejuk bagi hiruk pikuk dunia
membias mentari yang menerobos masuk
October 17, 2008
Asa
mengapa musim bak enggan bergegas
masih menuang tiga rasa dalam asa
bila kapankah tulip akan merekah
dan saat ia tersenyum berbinar
siapa akan berada disana
masih menuang tiga rasa dalam asa
bila kapankah tulip akan merekah
dan saat ia tersenyum berbinar
siapa akan berada disana
October 13, 2008
Kapan Datang
: Verliyantina
aku tak pernah bilang
patung membuat ia datang
aku pernah bilang
ragu tak membuat ia datang
apa yang ku bilang
kapan ia datang
aku tak pernah bilang
patung membuat ia datang
aku pernah bilang
ragu tak membuat ia datang
apa yang ku bilang
kapan ia datang
October 12, 2008
Jarang Romantis
: Steven Kurniawan
puisimu jarang romantis
tapi terkadang mengiringku
menyelam dalam telaga kata
terbang melampau dinding rasa
seperti sunyi yang terpendam
di sapaan warna
puisimu jarang romantis
tapi terkadang mengiringku
menyelam dalam telaga kata
terbang melampau dinding rasa
seperti sunyi yang terpendam
di sapaan warna
October 11, 2008
Chiddeqel
mengarus deras di firdaus
melintas masa dan warsa
disisimu ia melihat
memahami juga mendapati
bayang pencarian manusia
demi masa yang belum genap
* chiddeqel adalah sungai yang mengalir daratan timur tengah
melintas masa dan warsa
disisimu ia melihat
memahami juga mendapati
bayang pencarian manusia
demi masa yang belum genap
* chiddeqel adalah sungai yang mengalir daratan timur tengah
October 8, 2008
Badai Jangmi
panas enggan berlalu
meski tersela dirus hujan
teriknya masih saja meraja
tak peduli resah bagi yang dilanda
semoga kau cukup tahu diri
menyingkir dari pulau ini
tanpa perlu menunggu lagi
meski tersela dirus hujan
teriknya masih saja meraja
tak peduli resah bagi yang dilanda
semoga kau cukup tahu diri
menyingkir dari pulau ini
tanpa perlu menunggu lagi
Waktu Kopi
seruput kecil dalam seduhan
mengalir manis pahit rasa
teriring segenap waktu yang bicara
tentang lebih kurang kepribadian
yang tergali sedalam bincang kita
a coffee time with chiLa
mengalir manis pahit rasa
teriring segenap waktu yang bicara
tentang lebih kurang kepribadian
yang tergali sedalam bincang kita
a coffee time with chiLa
October 5, 2008
Berharap Dirimu
nada terangkai menunjuk sebuah pesan
kaukah gerangan didalamnya?
sapa hangatkah yang bergelora?
tak apalah jika ternyata bukan
selalu ada masa dikepungan rindu
kaukah gerangan didalamnya?
sapa hangatkah yang bergelora?
tak apalah jika ternyata bukan
selalu ada masa dikepungan rindu
Subscribe to:
Posts (Atom)