November 5, 2009

Kesibukan

sepiring waktu kuhabiskan dengan lahap
sibuk mengunyah setiap detik dan jam
sampai tak terasa perut menjadi kembung
penuh dengan angin dan waktu yang berlalu

meski tak ada lagi menit tersisa di atas piring
masih saja aku keroncongan
inginnya ku pesan dua piring waktu lagi
sayang sudah habis uang juga waktuku

October 29, 2009

Kantuk

dunia seakan meredup
hendak tidur sejenak
sementara kaki
masih rindu berlari
menapaki waktu
yang tak mau berhenti
barang sejenak saja

October 25, 2009

Tempat yang Tenang

berdiam sajalah
hatiku di pelukanmu
sebab telah habis
seluruh dayaku
di hantam gempa
bertubi-tubi

Seketika

: FSS

aku ingin melompat ke sisimu
meninggal jauh sejuta kericuhan
yang menggelayuti hari

lalu tenggelam di pelukan sofa
menikmati kopi hangat
ditemani setoples kue almond


Tanpa Kata

ku mengadu padamu
tentang hati yang melemah
didera seribu perkara

hingga yang tersisa hanya
tebaran kristal di rona wajah

October 22, 2009

Hangat

: FSS

bila ku tahu
kau di sisi
meski jauh
meski dekat

Di Sepotong Senja

kupasangkan rasaku pada biru senja
dan angin menghembuskannya pergi

kutunggu rasaku kembali datang
sementara gerimis, petir, bulan silih beranjak
tak satupun membawanya pulang

kuketuk saja pintumu
"Pak, kuberikan rasaku yang hilang padamu."
dan kau tersenyum seiring kembalinya rasaku

October 18, 2009

Ingin

berdiam di seribu bintang
dan mencurahkan air mata
yang turun sebagai hujan
membasahi hari

October 13, 2009

Hadiah Terindah

: FSS

adakah kau tahu
di antara temaram yang dingin
dan tangan yang terlipat
ku pandang jendela hatimu

untuk membaca sebaris terima kasih
bagi hadiah terindah dari Tuhanku

Aku, Hari, dan Kamu

aku dan hari adalah
cerita yang tak ada habisnya
selalu singgah demi saling bercerita
tentang kehidupan

kamu dan hari adalah
kata-kata yang tergores nyata
di setiap garis makna yang tak pudar
sampai tiba di waktunya

aku dan kamu adalah
sebait nada yang harmoni
tak kuasa terpisah menikmati hari
sejengkalpun

October 10, 2009

Sampai Senja Datang

: FSS

di seribu bintang yang berpijar

ku ingin rentangkan rinduku
bersanding dengan cinta
yang terukir kekal di hati

dan di sisimu aku ingin berdiri
hingga senja datang berkunjung
menemani langkahmu
dan tetap di sampingmu

October 8, 2009

Percayalah

: FSS

cinta ini tak kan usang

dilahap segerombolan pemburu cinta

Sajak Kantuk

kepada mata,
terpejamlah bila lelah menderamu

kepada raga,
jangan dulu terlena sebelum kekasihku pulang

kepada hati,
tak perlu sejuta kata untuk membuktikan teguhmu

Mencinta

: FSS

tertusuk ragu yang menghujam
dari sudut matamu

padahal setulus cinta
kulekatkan hati padamu

October 6, 2009

Aku dan Hujan

Di sela hujan yang kau buat, suaramu lantang berbisik.
Sekejap begitu tenang juga membangun semangat,
yang semakin luntur dilarung tetes hujan

'Kau akan melihat aku membuka jalan-jalanmu.'
Itu yang kau bilang.

September 30, 2009

Di Kesunyian

suatu saat aku ingin mendaki
dan kemudian berhenti di kesunyian

sementara hujan dan angin yang menyapa
hanya membawa luruh semua rasa yang tak perlu
lalu melepas senyum di kesunyian

semakin lekat denganmu

September 27, 2009

Sendiri

berteman secangkir teh
kuseruput senja di bahu jalan,
memilah-milah hari yang terserak

dan ku tumpuk sembarangan di benakku

lalu kutulis berlembar-lembar rindu
dan kuikat dengan benang-benang tanya

untuk kugantungkan di rantingmu

sesaat sinar matahari menembus awan pekat
mendadak jelaslah semua bayangan,
aku lah ranting itu dan engkaulah matahari

tak bosan sinarmu menerobosi gelap hari

September 26, 2009

Ketika Bapa Berkata

jangan bersedih, anakku
engkau akan melihat jalan-jalanmu diperbaharui
dan tangan ku sendiri yang akan menuntunmu
berdiamlah dan engkau akan melihat perbuatanku bagimu

seperti gelombang laut yang tidak akan berhenti
dan seperti sungai yang memancar di gurun
demikianlah kebenaranku akan memuaskanmu

jangan lupa, nak
berjalanlah dan perhatikanlah langkah-langkahmu
sebab aku penebusmu dan akan selalu menjagamu

September 25, 2009

Tolong Berhenti

tolong berhenti
menyayat awan di mataku
menikam setiap detak di jantungku

September 24, 2009

Perbincangan Hati

pusaran itu kian menggila
membuatku tak lagi tahu
kemana aku perlu memacu

meski rindu ini tetap disisimu

seperti kebas yang dingin
saat hatimu terpotong
dan kau hanya bisa menatapnya

tetap saja aku mencintaimu