sengaja kupusingkan roda lebih cepat
agar ku melayang bersama angin
untuk lekas tiba pada suatu saat
di sebuah lembayung senja
tiba-tiba putaran membuatku lupa pada senja itu
dan rasanya ku masih harus kembali
menelusuri jalan setapak
menuju senjamu
April 4, 2010
Memudar
ada sepintas kalimat kau tulis
lalu hanyut bersama pusaran mentari
meski lamat-lamat masih ku dengar lirih
detak cintamu di alunan melodinya
atau bising derit roda hari
membuatku telingaku sakit, nyaris tuli
tapi masih saja
surat itu ku simpan di gudang hati
lalu hanyut bersama pusaran mentari
meski lamat-lamat masih ku dengar lirih
detak cintamu di alunan melodinya
atau bising derit roda hari
membuatku telingaku sakit, nyaris tuli
tapi masih saja
surat itu ku simpan di gudang hati
January 26, 2010
Intermezzo
hujan celotehmu terasa sejuk
menemani secangkir teh di sore hari
bersama gelombang kata yang menggelora
membentuk pusaran cerita yang berujung
pada mimpimu tentang semangkuk laksa
dan hari masih belumlah gelap
untuk tenggelam dalam lautan kata
yang terlalu dalam
menemani secangkir teh di sore hari
bersama gelombang kata yang menggelora
membentuk pusaran cerita yang berujung
pada mimpimu tentang semangkuk laksa
dan hari masih belumlah gelap
untuk tenggelam dalam lautan kata
yang terlalu dalam
January 13, 2010
Masih Bertanya
aku terbangun dan segenap dunia masih saja berputar
seperti mimpi yang tak selesai meski jam telah beranjak tua
disaat peluh terus membayang, meretas setiap gamang
aku tak meminta menjadi agung, hanya saja mataku tak bisa berpaling
itu yang kutahu hampir sepanjang sadarku, juga di waktu tak sadarku
maukah kau menjagaku dalam buaian mimpi-mimpi?
sebab kutakut mataku hanyut dalam putaran dan melimbung
seperti mimpi yang tak selesai meski jam telah beranjak tua
disaat peluh terus membayang, meretas setiap gamang
aku tak meminta menjadi agung, hanya saja mataku tak bisa berpaling
itu yang kutahu hampir sepanjang sadarku, juga di waktu tak sadarku
maukah kau menjagaku dalam buaian mimpi-mimpi?
sebab kutakut mataku hanyut dalam putaran dan melimbung
December 11, 2009
Demikianlah
pada Jabes kau menjawab
pada Hezekiah kau menjawab
pada Manasseh kau menjawab
demikianlah aku percaya
lalu berharap
pada Hezekiah kau menjawab
pada Manasseh kau menjawab
demikianlah aku percaya
lalu berharap
November 23, 2009
November 14, 2009
Kehidupan
setiap kata seperti berebut ingin bercerita
terlihat padat ditengah deretan angka dan huruf
belum lagi tanda baca yang bersikukuh ingin dibaca
yang tak pernah usang untuk diselami juga ditelaah
meski sekian waktu telah habis untuk membacanya
dan aku terus berkejaran membaca, mengutip setiap kata,
lalu menulisnya kembali di setiap kesempatan
terlihat padat ditengah deretan angka dan huruf
belum lagi tanda baca yang bersikukuh ingin dibaca
yang tak pernah usang untuk diselami juga ditelaah
meski sekian waktu telah habis untuk membacanya
dan aku terus berkejaran membaca, mengutip setiap kata,
lalu menulisnya kembali di setiap kesempatan
November 10, 2009
Tanya yang Terpendam
: FSS
maukah kau meluangkan waktumu
demi berdiam disampingku
dan tak kunjung lelah
menatap mendung yang menggelayut
sebab yang kupelajari dari sang waktu
adalah enggan yang terbersit
ketika awan bersinar kelabu
hingga kubiarkan kelabu kurengkuh sendiri
meski aku rindu pada hangatmu
maukah kau meluangkan waktumu
demi berdiam disampingku
dan tak kunjung lelah
menatap mendung yang menggelayut
sebab yang kupelajari dari sang waktu
adalah enggan yang terbersit
ketika awan bersinar kelabu
hingga kubiarkan kelabu kurengkuh sendiri
meski aku rindu pada hangatmu
November 5, 2009
Kesibukan
sepiring waktu kuhabiskan dengan lahap
sibuk mengunyah setiap detik dan jam
sampai tak terasa perut menjadi kembung
penuh dengan angin dan waktu yang berlalu
meski tak ada lagi menit tersisa di atas piring
masih saja aku keroncongan
inginnya ku pesan dua piring waktu lagi
sayang sudah habis uang juga waktuku
sibuk mengunyah setiap detik dan jam
sampai tak terasa perut menjadi kembung
penuh dengan angin dan waktu yang berlalu
meski tak ada lagi menit tersisa di atas piring
masih saja aku keroncongan
inginnya ku pesan dua piring waktu lagi
sayang sudah habis uang juga waktuku
October 29, 2009
Kantuk
dunia seakan meredup
hendak tidur sejenak
sementara kaki
masih rindu berlari
menapaki waktu
yang tak mau berhenti
barang sejenak saja
hendak tidur sejenak
sementara kaki
masih rindu berlari
menapaki waktu
yang tak mau berhenti
barang sejenak saja
October 25, 2009
Tempat yang Tenang
berdiam sajalah
hatiku di pelukmu
sebab telah sirna
seluruh kata
di hantam gempa
bertubi-tubi
hatiku di pelukmu
sebab telah sirna
seluruh kata
di hantam gempa
bertubi-tubi
Tanpa Kata
ku mengadu padamu
tentang hati yang melemah
didera seribu perkara
hingga yang tersisa hanya
tebaran kristal di rona wajah
tentang hati yang melemah
didera seribu perkara
hingga yang tersisa hanya
tebaran kristal di rona wajah
October 22, 2009
Di Sepotong Senja
kupasangkan rasaku pada biru senja
dan angin menghembuskannya pergi
kutunggu rasaku kembali datang
sementara gerimis, petir, bulan silih beranjak
tak satupun membawanya pulang
kuketuk saja pintumu
"Pak, kuberikan rasaku yang hilang padamu."
dan kau tersenyum seiring kembalinya rasaku
dan angin menghembuskannya pergi
kutunggu rasaku kembali datang
sementara gerimis, petir, bulan silih beranjak
tak satupun membawanya pulang
kuketuk saja pintumu
"Pak, kuberikan rasaku yang hilang padamu."
dan kau tersenyum seiring kembalinya rasaku
October 18, 2009
October 13, 2009
Aku, Hari, dan Kamu
aku dan hari adalah
cerita yang tak ada habisnya
selalu singgah demi saling bercerita
tentang kehidupan
kamu dan hari adalah
kata-kata yang tergores nyata
di setiap garis makna yang tak pudar
sampai tiba di waktunya
aku dan kamu adalah
sebait nada yang harmoni
tak kuasa terpisah menikmati hari
sejengkalpun
cerita yang tak ada habisnya
selalu singgah demi saling bercerita
tentang kehidupan
kamu dan hari adalah
kata-kata yang tergores nyata
di setiap garis makna yang tak pudar
sampai tiba di waktunya
aku dan kamu adalah
sebait nada yang harmoni
tak kuasa terpisah menikmati hari
sejengkalpun
October 8, 2009
Sajak Kantuk
kepada mata,
terpejamlah bila lelah menderamu
kepada raga,
jangan dulu terlena sebelum kekasihku pulang
kepada hati,
tak perlu sejuta kata untuk membuktikan teguhmu
terpejamlah bila lelah menderamu
kepada raga,
jangan dulu terlena sebelum kekasihku pulang
kepada hati,
tak perlu sejuta kata untuk membuktikan teguhmu
October 6, 2009
Aku dan Hujan
Di sela hujan yang kau buat, suaramu lantang berbisik.
Sekejap begitu tenang juga membangun semangat,
yang semakin luntur dilarung tetes hujan
'Kau akan melihat aku membuka jalan-jalanmu.'
Itu yang kau bilang.
Sekejap begitu tenang juga membangun semangat,
yang semakin luntur dilarung tetes hujan
'Kau akan melihat aku membuka jalan-jalanmu.'
Itu yang kau bilang.
Subscribe to:
Posts (Atom)