seruput kecil dalam seduhan
mengalir manis pahit rasa
teriring segenap waktu yang bicara
tentang lebih kurang kepribadian
yang tergali sedalam bincang kita
a coffee time with chiLa
October 8, 2008
October 5, 2008
Berharap Dirimu
nada terangkai menunjuk sebuah pesan
kaukah gerangan didalamnya?
sapa hangatkah yang bergelora?
tak apalah jika ternyata bukan
selalu ada masa dikepungan rindu
kaukah gerangan didalamnya?
sapa hangatkah yang bergelora?
tak apalah jika ternyata bukan
selalu ada masa dikepungan rindu
October 4, 2008
Cari Waktu
mengapa kau sibuk mencari waktumu
mungkin terselip di saku celanamu
, tersembunyi di belakang telingamu
, meleleh di deras keringatmu
ketika ku disini menunggui waktumu
merenungi sebuah janji di arus seribu waktu
mungkin terselip di saku celanamu
, tersembunyi di belakang telingamu
, meleleh di deras keringatmu
ketika ku disini menunggui waktumu
merenungi sebuah janji di arus seribu waktu
Lari Berpacu
ku ingin lari berpacu
menumpah segala rasa
dalam peluh dan lelah
membias waktu berkelebat cepat
hingga kau tiba di masaku
atau ku tiba di masamu?
menumpah segala rasa
dalam peluh dan lelah
membias waktu berkelebat cepat
hingga kau tiba di masaku
atau ku tiba di masamu?
September 30, 2008
Destiny
dibelakang rangkaian hari
diserpihan masa
dipusaran kepuasan
ku telusuri jejakmu
menemukan jalur yang terbuka
setapak yang mengukir destinyku
diserpihan masa
dipusaran kepuasan
ku telusuri jejakmu
menemukan jalur yang terbuka
setapak yang mengukir destinyku
September 27, 2008
September 25, 2008
Membiru
air itu tak meretas
dari hati yang membiru
mendengar kabar salah arti
ingin kubercerita
tentang sisipan hati
yang merindu pada siluet
dari hati yang membiru
mendengar kabar salah arti
ingin kubercerita
tentang sisipan hati
yang merindu pada siluet
Temanku
: AT
maaf adalah setulus kata
terkait pada ujung hati
saat memupuk harap
pada yang tak kau tahu pasti
maaf adalah setulus kata
terkait pada ujung hati
saat memupuk harap
pada yang tak kau tahu pasti
Tarian Pagi
hari masih lelap
ketika kubuka pintu pagi
menepuk semangat yang masih tidur
bersegeralah menari pagi
menyalakan lampu kota
mengayuh laju perahuku
menjarah mahkotaku
ketika kubuka pintu pagi
menepuk semangat yang masih tidur
bersegeralah menari pagi
menyalakan lampu kota
mengayuh laju perahuku
menjarah mahkotaku
September 24, 2008
Terbuai
lelap terayun dalam buaian
tatapan sayu rembulan
seperti sejuk yang menyapa
ketika angin membelai mesra
seperti kusadari kau disini selalu
tatapan sayu rembulan
seperti sejuk yang menyapa
ketika angin membelai mesra
seperti kusadari kau disini selalu
Di Pintumu
bagaimana bisa
kau artikan segala keluh
tak terucap
kau kirimkan setampuk suka
di genggaman
tepat di pintumu
kau artikan segala keluh
tak terucap
kau kirimkan setampuk suka
di genggaman
tepat di pintumu
September 23, 2008
September 22, 2008
Hilang Kembali
melenyap malam dalam nurani
terburu buru pergi tanpa tersadari
ah, ku tak ingin hilang dan kembali
hanya demi saat yang terhilang
sepasti rinduku padamu
sepenuh hati berdiri
tanpa peduli malam
terburu buru pergi tanpa tersadari
ah, ku tak ingin hilang dan kembali
hanya demi saat yang terhilang
sepasti rinduku padamu
sepenuh hati berdiri
tanpa peduli malam
September 18, 2008
Masa Depan
dimana dirimu
bersembunyi diantara masa
atau bayang imaji
semua mengejarmu
tanpa tahu dimana
kau akan menyapa
nyata bagiku
kau berdiang disini
dalam genggam erat tangan
tak perlu menunggu
hari esok
untuk hari ini
bersembunyi diantara masa
atau bayang imaji
semua mengejarmu
tanpa tahu dimana
kau akan menyapa
nyata bagiku
kau berdiang disini
dalam genggam erat tangan
tak perlu menunggu
hari esok
untuk hari ini
September 9, 2008
Selubung
bukan maksudku
meragukan sapamu yang hangat
menanyakan diammu yang sepi
tak juga terlalu berarti
hanya tergelitik tanya
apa yang tersembunyi
di balik tirai persahabatan kalian
meragukan sapamu yang hangat
menanyakan diammu yang sepi
tak juga terlalu berarti
hanya tergelitik tanya
apa yang tersembunyi
di balik tirai persahabatan kalian
Senyum Tengah Hari
diantara angin yang menyeru
aku menatapmu
tetap saja kutemukan
seterang bintang di matamu
membuatku manis tersenyum
di tengah hari
penuh arti
aku menatapmu
tetap saja kutemukan
seterang bintang di matamu
membuatku manis tersenyum
di tengah hari
penuh arti
September 3, 2008
Silih Musim
dan langit merubah warnanya
merah hijau kelabu
hingga hitam biru merona
sampai kita terbangun
dari seribu ragu yang melanda
lalu tersenyumlah kita
kepada semi bunga
di taman masa
merah hijau kelabu
hingga hitam biru merona
sampai kita terbangun
dari seribu ragu yang melanda
lalu tersenyumlah kita
kepada semi bunga
di taman masa
August 27, 2008
Lemari Tua
menimbun warna dalam sesak
menumpuk kenang tak berarti
tiba saatmu menghela napas
mengosong diri
menyongsong warna baru
menumpuk kenang tak berarti
tiba saatmu menghela napas
mengosong diri
menyongsong warna baru
August 23, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)