kupasangkan rasaku pada biru senja
dan angin menghembuskannya pergi
kutunggu rasaku kembali datang
sementara gerimis, petir, bulan silih beranjak
tak satupun membawanya pulang
kuketuk saja pintumu
"Pak, kuberikan rasaku yang hilang padamu."
dan kau tersenyum seiring kembalinya rasaku
No comments:
Post a Comment